Rabu, 30 Mei 2012

Inilah Buah yang Tak Baik Dijadikan Cemilan

Buah-buahan pada umumnya akan menyegarkan saat dikonsumsi. Terlebih buah tersebut disajikan dalam keadaan dingin dan memiliki rasa yang manis. Alasan seperti itulah yang terkadang dijadikan sebagian orang untuk menjadikan buah-buahan sebagai cemilan yang menyehatkan. Sayangnya, asumsi itu tak sepenuhnya benar, karena ada beberapa buah-buahan yang ternyata berbahaya bila dijadikan cemilan. Buah tersebut diantaranya adalah seperti berikut ini.
Berikut beberapa buah yang berbahaya bila dijadikan cemilan, seperti dilansir dari Timesofindia :
Melon dan semangka
Kedua buah ini memiliki kandungan air yang cukup banyak sehingga baik untuk mengatasi dehidrasi. Sayangnya, kandungan gula dalam keduanya cukup tinggi (Indeks glikemik mencapai 65-100 persen), sehingga sangat tidak disarankan bagi mereka yang memiliki diabetes atau memiliki riwayat keluarga penderita diabetes untuk mengonsumsi buah ini.
Nanas
Buah yang cukup unik ini memang kaya akan vitamin dan mineral. Selain itu, buah nanas juga rendah lemak sehingga baik untuk menurunkan kolesterol. Namun, buah nanas yang masak mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Penderita diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan. Selain itu, buah ini juga mengandung bromelain, sebuah enzim yang dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan.
Mangga dan pepaya
Buah ini tentu saja menjadi favorit Anda. Meskipun rasanya tidak semanis nanas, buah mangga dan pepaya akan aman jika dikonsumsi sesekali saja. Untuk menggantikan keduanya, Anda bisa mencoba pisang. Walaupun pisang juga memiliki kandungan gula yang cukup tinggi (GI mencapai 55), namun pisang merupakan sumber energi yang baik.
Sumber
readmore »»  

Rabu, 23 Mei 2012

Sang Pembunuh 100 Nyawa Manusia

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Dulu sebelum kalian ada seorang laki-laki yang membunuh sembilan puluh sembilan orang, hingga ia bertanya tentang orang yang alim di kalangan penduduk bumi. Mereka menunjuk kepada seorang rahib (ahli ibadah), kemudian orang tersebut mendatanginya dan berkata bahwa ia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Apakah masih ada kesempatan baginya untuk bertaubat? Rahib tadi berkata: “Tidak.” Orang itu malah membunuhnya, sehingga genap menjadi seratus orang. Kemudian ia bertanya tentang penduduk bumi yang paling alim. Maka ditunjukkan kepadanya seorang alim. Ia berkata kepadanya bahwa ia telah membunuh seratus orang. Apakah masih ada kesempatan baginya untuk bertaubat? Orang alim tersebut menjawab: “Ya! Dan siapa yang bisa menghalangi antaramu dengan taubat. Pergilah ke negeri ini dan itu, karena di sana ada orang-orang yang beribadah kepada Allah Ta’ala. Beribadahlah bersama mereka, dan jangan kembali ke negerimu karena negerimu adalah negeri yang jelek.” Kemudian orang itu pergi tapi di tengah-tengah perjalanan ia meninggal. Sehingga malaikat rahmat dan malaikat adzab saling berselisih tentangnya. Malaikat rahmat berkata: “Dia datang dalam keadaan bertaubat, menghadap Allah.” Malaikat adzab berkata: “Dia belum beramal shalih sama sekali.” Kemudian datanglah kepada kedua malaikat itu seorang malaikat dalam wujud manusia. Mereka (kedua malaikat itu) menjadikannya sebagai pemutus urusan mereka. Malaikat itu berkata: “Ukurlah antara dua negeri tersebut. Mana yang lebih dekat (jaraknya dengan kedua negeri itu) maka itulah lebih berhak.” Mereka kemudian mengukurnya. Ternyata mereka dapati bahwa ia (orang yang mati itu) lebih dekat ke negeri yang baik. Maka malaikat rahmat mengambilnya. (Imam Bukhari dalam Fathul Bari, Kitabul Anbiya’, bab Maa dzukira ‘an Bani Israil 6/373, Imam Muslim dalam Syarah Imam Nawawi, Kitabut Taubah, bab Qabulu qatil walau katsura qatluhu, juz 17 hal. 82, dan ini dengan lafadz Muslim, Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitabul Diyat (21) Hadits ke 2622, bab Lil qatilil mukmin taubah?, Imam Ahmad dalam Musnad-nya 3/20, 42.)

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah diatas adalah : 
1. Bahwa dalam hal berda'wah atau dalam menyampaikan suatu pesan kadang perlu adanya suatu kisah, karena dengan kisah kita bisa dengan mudah mengingat suatu hal, Alloh azza wajala juga sering menyampaikan banyak kisah dalam Al Qur'an ( diantaranya adalah kisah - kisah para Nabi dan kisah - kisah orang sholih ), Demikian juga Nabi Muhammad Sollalloohu alaihi wassalam sering menyampaikan kisah orang sholih terdahulu dan kisah para nabi.


2. Bolehnya berguru atau mencari ilmu lebih dari satu orang, andai saja sang pembunuh tersebut diatas cuma bertanya kepada satu orang saja, maka dia tidak akan pernah bisa bertaubat karena merasa pendapat sang rahib tersebut sudah benar bahwa tidak ada lagi jalan untuk bertaubat. demikian juga kita dalam mencari ilmu jangan cuma kepada 1 guru atau 1 kelompok saja, karena kita jadi tidak tahu apakah yang disampaikan guru / kelompok tersebut telah benar atau tidak, karena seorang guru belum tentu menguasai semua cabang ilmu, dan kalau kita belajar pada 1 guru saja lha kalau dia itu tersesat maka kita akan juga sesat selamanya. Anehnya di negeri kita ini ada suatau kelompok yang melarang anggotanya untuk belajar ditempat lain, padahal perbuatan kelompok tersebut bisa menimbulkan fanatik buta ( tidak tahu kebenaran dari orang lain ). Untung pada masa Imam Bukhori dalam mengumpulkan ribuan hadits kelompok tersebut belum ada, lha kalo dah ada maka Imam Bukhori baru mengumpulkan beberapa hadits saja dah dilarang oleh gurunya, akibatnya tidak akan pernah tersusun shahih Bukhori.


3. Pentingnya mencari ilmu, andaikan saja sang pembunuh tersebut tidak mau mencari ilmu, maka dia akan tetap dalam kesesatannya.Banyak keutamaan ilmu diantaranya : dimudahkan jalan ke syurga, menambah derajat seseorang, memudah dalam menghadapai suatu masalah, atau juga menentukan pekerjaan seseorang, sebagai contoh : Sama - sama orang yang mencari batu, Orang yang pertama mencari batu kali dan orang yang kedua orang yang mencari batu ginjal.  Orang yang mencari batu kali tidak perlu sekolah untuk memecahkan sebuah batu dan mengumpulkan 1 truk batu dengan harga rp. 500.000, cukup dengan makan yang banyak dan bertenaga kuat.
Sedangkan orang yang mencari batu ginjal perlu sekolah paling tidak 25 tahun, mulai dari TK sampai Fakultas kedokteran, Tapi karena pakai ilmu ia kerjanya enak ditempat berAc, di temani asisten - asisten yang cantik ( rasah mbayangke...hehehe...). hasilnyapun lebih banyak untuk 1 buah batu ( bisa rp. 10.000.000,- ), bayangkan kalo dia dapat batu ginjal 1 truk berapa tu duitnya hehehe...


4. Sebesar apapun dosa kita ( walau dosa itu sepenuh bumi ) asal dengan tekat kuat mau bertaubat maka Alloh akan mengampuni dosa kita . Maka dari itu janganlah kita sinis kepada orang - orang yang melakukan kemaksiatan, tetap nasehati mereka dan kita do'a supaya mereka mendapatkan hidayah. Begitu banyak kisah orang yang sepanjang hidupnya penuh dengan maksiat kemudain mendapatkan hidayah, kemudian khusnul khotimah ( yang bisa kita ambil pelajaran ). Semoga kita semua mendapatkan hidayah, istiqomah dalam taqwa dan khusnul khotimah, aamiin...


5. Dalam bertaubat hendaknya kita mencari lingkungan baru yang baik, karena kalo kita kembali ke lingkungan yang buruk dan kita tidak teguh maka bisa jadi kita kembali bermaksiat.


6. apabila kita ditanya seseorang jangan cuma dijawab pendek saja, tapi dengan menerangkan dengan jelas kepada penanya. Contoh apabila ada seseorang bertanya apakah ini jalan ke masjid, maka jangan cuma dijawab ya, tapi jawablah dengan dilengkaoi arahnya dan petunjuk - pentunjuk serta belok - belokannya.


Sekian, Semoga saja bermanfa'at, kalau ada kesalahan dalam penulisan atau hal lain mohon di ma'afkan dan dibetulkan. Terima kasih.......nubitol sich....
readmore »»  

Jumat, 27 April 2012

Temukan Idemu


Temukan Ide Kreatif anda..

Anda termasuk sulit mendapatkan ide?? Jangan kuatir, berikut beberapa langkah supaya ide-ide cemerlang bisa dengan lancar keluar dari kepala Anda!
1.  SIAP SELALU
Banyak sekali ide kreatif Anda hilang begitu saja hanya saja Anda lupa mencatatnya. Anda terlalu yakin, besok pagi masih akan tetap ingat dengan ide-ide Anda. Padahal kenyataannya, lebih sering kita tidak akan teringat lagi dengan ide yang muncul semalam. So, supaya kejadian ini nggak terulang lagi, selalu siap dengan buku catatan kecil dan pulpen, atau bawa tape recorder mini kemana-mana. Bisa juga Anda pakai voice recorder di ponsel Anda. Segera catat atau rekam ide Anda sebelum lupa.
2.  LEBIH SPESIFIK
Dengan mengetahui lebih spesifik hal yang ingin Anda kerjakan, ide pun akan keluar lebih mudah. Dari pada sibuk memikirkan bagaimana presentasi yang lebih oke, lebih baik Anda pikirkan hal-hal seperti : sebanyak dan seperti apa informasi yang Anda butuhkan untuk proyek Anda tersebut.
3.  JANGAN PAKSA
Memang sulit mendapatkan ide kalau ditanya mendadak, akan lebih mudah jika Anda menunggu ide itu datang sendiri saat sedang melakukan hal lain. That’s why. Anda membutuhkan tip nomer 1, Anda tidak akan melewatkan ide-ide yang muncul tiba-tiba meski Anda sedang jalan-jalan atau kongkow bersama teman di suatu tempat.
4.  BELAJAR DARI ORANG LAIN
Terkadang Anda perlu bantuan orang lain untuk mendapatkan ide, sifatnya menjadikan orang itu sebagai pelajaran atau inspirasi Anda dalam menggali ide-ide kreatifnya. Bukan lebih meng-copy paste tapi menjadikan sosok 'idola' Anda menjadi penyemangat Anda untuk menggali ide-ide Anda yang terpendam.
5. PERHATIKAN DUNIA SEKELILING ANDA
Untuk dapat menghasilkan ide yang cemerlang, Anda harus punya banyak informasi tentang segala macam, jika pengetahuan Anda luas, Anda juga akan banyak tahu cara menyelesaikan masalah, baca koran, lihat berita di TV, browsing internet, rajin-rajin membaca buku yang bersangkutan dengan jenis bidang yang Anda tekuni adalah cara yang paling oke untuk menambah informasi terbaru.
6.  REFRESH
Berolahraga merupakan salah satu upaya refresh, yang tidak sekedar meyehatkan tubuh tapi juga dapat menyegarkan pikiran. Biar lebih fresh ada baiknya Anda menerapkan olahraga mulai dari sekarang. Tidak perlu telalu berat, cukup dengan berjalan pagi atau sekedar jogging. Olahraga adalah waktu yang tepat untuk berpikir dan cari inspirasi.
Yakinlah Anda akan mendapat inspirasi dan ide-ide kreatif terbaik Anda. Jangan pernah menyerah, kuncinya ada di tangan Anda, tinggal bagaimana Anda membukanya saja. Sukses buat Anda.
readmore »»  

Senin, 02 April 2012

Harta Anak itu Milik Orang Tua

oleh: Ust. Aris Munandar, S.S., M.A.Komentar

Jika orang tua mengambil harta anak maka tidak boleh bagi anak untuk menuntut orang tuanya agar mengembalikannya. Jika ternyata orang tua mengembalikannya maka alhamdulillah. Namun jika tidak mengembalikan harta tersebut, maka itulah hak orang tua.
عن عائشة عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال " ولد الرجل من كسبه من أطيب كسبه فكلوا من أموالهم "
Dari Aisyah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Anak seseorang itu termasuk jerih payah orang tersebut bahkan termasuk jerih payahnya yang paling bernilai, maka makanlah sebagian harta anak.” (HR. Abu Daud, no.3529 dan dinilai sahih oleh Al-Albani)
إن من أطيب ما أكل الرجل من كسبه وولده من كسبه
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seenak-enak makanan yang dimakan oleh seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri dan anak seseorang adalah termasuk jerih payahnya.” (HR. Abu Daud, no. 3528 dan dinilai sahih oleh Al-Albani)
عن جابر بن عبد الله أن رجلا قال يا رسول الله إن لي مالا وولدا. وإن أبي يريد أن يجتاح مالي. فقال: ( أنت ومالك لأبيك )
Dari Jabir bin Abdillah, ada seorang berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak namun ayahku ingin mengambil habis hartaku.” Rasulullah bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Ibnu Majah, no. 2291, dinilai sahih oleh Al-Albani)
Hadis ini menunjukkan bahwa sang anak dalam hal ini sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki anak meski demikian Nabi tetap mengatakan “Semua hartamu adalah milik ayahmu.”
عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال إن أبي اجتاح مالي. فقال:( أنت ومالك لأبيك ) وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( إن أولادكم من أطيب كسبكم . فكلوا من أموالهم )
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakek ayahnya yaitu Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash, ada seorang yang menemui Nabi lalu mengatakan, “Sesungguhnya ayahku itu mengambil semua hartaku.” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya anak-anak kalian adalah termasuk jerih payah kalian yang paling berharga. Makanlah sebagian harta mereka.” (HR. Ibnu Majah, no. 2292, dinilai sahih oleh Al-Albani).
Perlu diketahui bahwa kebolehan orang tua untuk mengambil harta milik anak baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak itu memiliki beberapa syarat, yaitu:
  1. Tidak memberikan mudharat bagi sang anak dan tidak mengambil harta yang berkaitan dengan kebutuhan sang anak.
  2. Tidak mengambil harta anaknya kemudian diberikan kepada anaknya yang lain.
  3. Orang tua tidak menghambur-hamburkan harta tersebut dan tidak berbuat mubadzir (mubadzir adalah membelanjakan harta dalam hal yang tidak jelas manfaatnya dari sisi dunia atau pun dari sisi agama).
  4. Orang tua membutuhkan atau berhajat dengan harta anaknya yang dia ambil.
عن عائشة-رضي الله عنها- قالت :قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
إنّ أولادكم هبة الله لكم "يهب لمن يشاء إناثا ويهب لمن يشاء الذكور"فهم وأموالهم لكم إذا احتجتم إليها
Dari Aisyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya anak-anak kalian adalah pemberian Allah kepada kalian sebagaimana firman Allah yang artinya, 'Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak perempuan dan Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak laki-laki.” (QS. Asy-Syura: 49). Oleh karena itu, maka mereka dan harta mereka adalah hak kalian jika kalian membutuhkannya." (Shahih, Silsilah Shahihah, no.2564).
Ketika menjelaskan hadis di atas Al-Albani mengatakan, "Hadis di atas memuat hukum fikih yang penting yang boleh jadi tidak Anda jumpai dalam hadis yang lain. Hadis ini adalah penjelasan untuk hadis yang terkenal, 'Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu' –sebuah hadis yang terdapat dalam Irwaul Ghalil, no.838- tidaklah berlaku mutlak sehingga orang tua boleh mengambil harta anaknya semaunya. Ini tidak benar. Orang tua hanya boleh mengambil harta anaknya yang memang dia butuhkan."
Perlu juga diketahui bahwa bahwa orang tua diperkenankan untuk meralat alias tidak jadi memberikan apa yang dia janjikan untuk dia berikan kepada anaknya sebagaimana dalam hadis berikut ini,
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي طَاوُسٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ يَرْفَعَانِ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ يُعْطِي عَطِيَّةً ثُمَّ يَرْجِعُ فِيهَا إِلَّا الْوَالِدَ فِيمَا يُعْطِي وَلَدَهُ وَمَثَلُ الَّذِي يُعْطِي عَطِيَّةً ثُمَّ يَرْجِعُ فِيهَا كَمَثَلِ الْكَلْبِ أَكَلَ حَتَّى إِذَا شَبِعَ قَاءَ ثُمَّ عَادَ فِي قَيْئِهِ
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari Thawus dari Ibnu Abbas, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah halal bagi seseorang yang memberikan pemberian kepada orang lain untuk menarik kembali pemberiannya kecuali pemberian orang tua kepada anaknya. Permisalan orang yang memberi pemberian kemudian menarik kembali pemberiannya adalah bagaikan seekor anjing yang makan sampai kenyang lalu muntah kemudian menjilat kembali muntahannya.” (HR. Nasai, no. 3690 dan dinilai sahih oleh Al-Albani)
Hadis di atas menunjukkan bahwa “Pemberian yang haram untuk ditarik kembali adalah pemberian kepada selain anak.” (Bahjah an Nazhirin, karya Salim al Hilali jilid:3 Hal.123, terbitan Dar Ibnul Jauzi cet kedelapan 1425 H).
Jika pemberian yang sudah diserahkan orang tua kepada anaknya boleh diralat alias ditarik kembali, maka terlebih lagi jika pemberian tersebut baru sekedar janji. Tentu lebih boleh lagi untuk diralat.
Referensi:
http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=7033
http://buletin.muslim.or.id/akhlaq/durhaka-kepada-orang-tua
Artikel www.PengusahaMuslim.com
readmore »»  

Minggu, 26 Februari 2012

Anggapan Keliru Osteoporosis Bisa Disembuhkan dgn Susu



Dokter dan ahli gizi pada umumnya menyarankan pasiennya yang menderita osteoporosis untuk mengonsumsi lebih banyak susu dan produk susu lainnya karena mengandung kalsium tinggi. Kedengarannya cukup masuk diakal, tetapi tidak akan berhasil. 

Orang Amerika dan Eropa Utara mengonsumsi 800 mg - 1200 mg kalsium sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis daripada orang Asia dan Afrika yang mengonsumsi 300 mg - 500 mg kalsium per hari. 

Penyebab utama osteopororis adalah terlalu banyak mengonsumsi acidic yang berasal dari daging, gula dan bahan-bahan yang mengandung kimia. Untuk menetralisir aciditas tersebut, tubuh mengambil kalsium (alkalin) dari tulang. 

Sehingga masalah osteoporosis bukanlah bahwa seseorang itu tidak cukup memakan kalsium. Masalahnya adalah mereka kehilangan kalsium. 

Dengan demikian, mengasup lebih banyak kalsium ke dalam tubuh bukanlah jawabannya, karena Anda bisa kehilangan lebih banyak daripada yang Anda asup (misalnya dengan tetap memakan daging, gula, dan bahan-bahan kimia lainnya). 

Apabila ektra kalsium ini berasal dari makanan yang mengandung protein tinggi seperti susu, keju dan es krim, itu akan memperburuk keadaan. karena makanan ini adalah pembentuk acid. Makanan-makanan ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak kalsium. 

Solusi utama adalah membuat tubuh menjadi alkalin. Dengan memakan lebih banyak sayuran dan menghindari makanan pembentuk acid seperti daging, gula dan bahan-bahan kimia. 

Kelihatannya, dokter, ahli gizi dan perusahaan susu adalah keliru bila mereka megnatakan bahwa susu adalah sumber terbaik untuk kalsium. Lebih banyak kalsium yang bisa ditemukan di biji2an (khususnya biji wijen = sesame seeds) dan rumput laut (jenis hijiki). Biji2an ini mengandung 14 kali lebih banyak kalsium dari susu. Selain itu, biji2an ini juga pembentuk alkalin, makanan ini menyediakan kalsium tanpa membentuk acid yang menghilangkan kalsium dari tulang. 

artikel aslinya dapat ditemukan di link berikut ini: 
http://www.natural-cancer-cures.com/...condition.html

untuk mengetahui makanan apa saja yang mengandung alkalin dan acid dapat dibaca di lnk ini 

http://www.essense-of-life.com/info/foodchart.htm

Sebar luaskan artikel ini untuk membantu orang-orang yang Anda kasihi agar mulai menghentikan minum susu sapi karena itu akan memperparah penderita osteoporosis. Anak sapi dewasa saja tidak minum susu induk sapinya, dan tidak pernah sapi itu menderita osteoporosis 
readmore »»  

Sabtu, 18 Februari 2012

TANYA JAWAB SEPUTAR MUSAQAT

Apa itu Musaqat?
Musaqat adalah akad antara dua pihak, yaitu pihak pertama adalah pemilik pohon dan pihak kedua adalah orang yang merawat pohon tersebut, dengan imbalan  bagi orang merawat mendapat bagi hasil dari buah pohonnya.
Apa hukum Musaqat?
Musaqat diperbolehkan, berdasarkan kaidah umum, sunnah maupun logika yang lurus
  1. Kaidah  Umum yaitu Bahwa Asal dari Muamalah adalah halal kecuali ada dalil pengharamannya.
  2. Adapun dalil dari sunah, adalah  hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَامَلَ أَهْلَ خَيْبَرَ بِشَطْرٍ عَلَى مَا يَخْرُجُ مِنْهَا مِنْ ثَمَرٍ أَوْ زَرْعٍ
Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempekerjakan penduduk khaibar dengan (bagian untuk mereka) setengah dari apa yang keluar (tumbuh) darinya berupa buah atau tanaman.”
  1. Adapun berdasarkan logika yang lurus, karena dalam  musaqat terdapat  maslahat, disatu sisi ada  seseorang yang mempunyai kebun-kebun yang banyak, sedangkan dia tidak mampu menggarap kebun-kebun tersebut  baik tidak mampu secara tenaga maupun permodalan. Dalam keadaan tersebut  maka ada 2 kemungkinan: pertama  pohonnya tidak terurus,bisa-bisa lama kelamaan akan mati maka ini sebuah kerugian dan bentuk penyia-nyiaan harta atau kemungkinan kedua memperkerjakan orang dengan upah dan ini terkadang memberatkan karena modalnya tidak ada. Disisi lain orang yang menganggur yang membutuhkan pekerjaan sehingga ada maslahat dengan diperbolehkannya masaqat. Pemilik kebun pekerjaannya berkurang dan tanamannya terurus, sedangkan orang yang merawat pohon dia mendapat pekerjaan.
Bagaimana syarat sahnya musaqat?
Musaqat sah dengan syarat: pohon yang dirawat berbuah atau berproduksi. Karena perlu ada hasil dari pohon yang dirawat itu sehingga bisa dibagi hasilnya. Sedangkan bagi hasil yang diperoleh pihak kedua adalah sebagai upah pekerjaannya tersebut.
Bagaimanakah bentuk gambaran musaqat?
Ada 4 bentuk gambaran musaqat yaitu:
  1. Bentuk pertama adalah Musaqat dengan  pohon yang sudah ada, sehingga pihak kedua tinggal merawat pohon tersebut hingga berbuah/berproduksi.
  2. Bentuk kedua adalah musaqat pada pohon yang sedang berbuah, sehingga perawatannya selama berbuah hingga layak panen sehingga tempo musaqat ini lebih pendek dari bentuk pertama.
  3. Bentuk yang ketiga adalah musaqat pada pohon yang belum ditanam, pihak pertama  hanya menyediakan bibit pohon,kemudian  menyuruh  pohon-pohon yang akan ditanam tersebut. Tentunya waktu yang dibutuhkan tentunya lebih lama dari bentuk pertama dengan pohon yang sejenis.  Musaqat dengan bentuk yang seperti inilah yang  terjadi antara Rasulullah shallalllu alaihi wa sallam dengan penduduk khaibar.
Berapakah bagi hasil musaqat?
Pembagian bagi hasil musaqat adalah berupa buah atau sesuatu yang dipanen dari pohon yang dipelihara. Mengenai nisbah bagi hasilnya haruslah dengan prosentase yang jelas seperti: seperempat (25 %), setengah (50 %), sepertiga (33,3%), seperdelapan (12,5%)  atau sepersepuluh (10%) sesuai dengan kesepakatan antara kedua pihak.
Jika nisbah bagi hasilnya tidak jelas misalkan disepakati bagi hasilnya sebagian dari buahnya, maka ini tidak boleh karena tidak jelas sebagian itu berapa prosentasenya bagiannya.
Jika nisbah bagi hasilnya dengan nilai bukan prosentase maka tidak boleh. Misalkan disepakati bagi pihak kedua mendapat bagi hasil senilai 100 kg dari buah yang dihasilkan. Pembagian semacam ini tidak diperbolehkan karena mengandung ketidakjelasan dan spekulasi, bila hasilnya kurang atau sama dengan 100 kg tentunya merugikan pihak pertama yang tidak mendapatkan bagi hasil, begitu pula sebaliknya jika hasilnya melimpah berton-ton maka pihak kedua medapat bagian yang sangat sedikit.
Jika nisbah bagi hasilnya disepakati pihak pertama mendapat buah dari semua pohon yang ada sebelah sini dan pihak kedua mendapat bagian semua buah dari pohon sebelah sana. Maka ini tidak diperbolehkan karena tpat ketidak jelasan dan spekulasi. Bisa jadi sebelah sini buahnya bagus maka merugikan pihak kedua begitu juga sebaliknya.
Sumber
readmore »»  
 
 
 

Save

 
ans!!